Sepatu “Anti Betis Pegal”: 4 Checklist + 2 Trik Insole Rumahan untuk Jalan 8 Jam Nyaman

Sepatu salah = beban betis naik 3 kali lipat. Tes sederhana: jika tumit terasa “terdorong” atau jari kaki terjepit, otot betis bekerja ekstra menahan posisi → kram setelah 3 km.

Checklist 4 poin saat beli sepatu:

  1. Ruang jari 1 cm: Masukkan jempol di antara jempol kaki dan ujung sepatu—harus ada celah 1 cm saat berdiri.
  2. Bantalan tumit 1,5–2 cm: Tekan bagian tumit—harus empuk seperti spons, bukan keras seperti kayu.
  3. Sol fleksibel: Tekuk sepatu dari tengah—harus melengkung mudah di 1/3 depan (ball of foot).
  4. Lengkungan support: Letakkan sepatu di meja—sol dalam harus mengikuti lengkung kaki, bukan rata.

Trik penyesuaian di rumah:

  • Heel Lock Lacing: Ikat tali sepatu melewati lubang ekstra di atas (jika ada), tarik ke bawah membentuk “loop”, kaitkan tali—mencegah tumit naik-turun → betis rileks.
  • Insole busa darurat: Lipat handuk kecil 2 lapis (10×5 cm), letakkan di bawah tumit dalam sepatu. Tambah ketebalan 3–5 mm jika tumit terasa “tertinggi”.

Tes jalan 500 langkah:

  • Pakai sepatu baru di rumah, jalan bolak-balik 10 menit.
  • Jika betis terasa “menarik” di satu sisi → tambah insole 1 lapis di sisi berlawanan.

Studi ergonomis ITS Surabaya: pejalan kaki dengan sepatu sesuai checklist mengalami ketegangan betis 72 % lebih rendah setelah 10.000 langkah dibanding sepatu biasa. Sepatu Anda bukan fashion—tapi mitra betis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *