“20-2-20” Rule: Jalan 20 Menit, Istirahat 2 Menit, Ulangi—Betis Bebas Bengkak Sampai Malam

Berjalan terus-menerus >40 menit tanpa istirahat = pembengkakan betis karena cairan limfatik terjebak. Aturan “20-2-20” menjaga sirkulasi tetap lancar.

Teknik berjalan “Heel-to-Toe Roll”:

  1. Heel Strike: Tumit mendarat duluan, sudut 60 ° dengan tanah.
  2. Midstance: Berat badan bergeser ke tengah telapak—lutut sedikit ditekuk.
  3. Toe Off: Dorong dengan jempol kaki—betis kontraksi maksimal hanya 0,5 detik. → Langkah: 110–120 per menit (irama lagu “Stayin’ Alive”).

Istirahat aktif setiap 20 menit (2 menit):

  • Wall Calf Stretch: Kaki mundur, tumit rata, condong 30 detik/sisi.
  • Ankle Pumps: Duduk/b standing, angkat jari kaki ke atas 10 kali, turunkan tumit 10 kali.
  • Hydration check: Minum 100 ml air suhu ruang—mencegah darah mengental.

Kompresi ringan pasca-jalan:

  • Pakai kaos kaki katun panjang (bukan ketat) hingga betis.
  • Angkat kaki 20 cm di atas bantal 10 menit—limfatik mengalir balik ke jantung.

Jadwal harian pejalan kaki:

  • 06.00–06.20: Jalan pagi segmen 1 + istirahat.
  • 06.22–06.42: Segmen 2 + istirahat.
  • Malam: angkat kaki + kaos kaki kompresi.

Data komunitas “Jalan Sehat Jakarta”: peserta 20-2-20 selama 30 hari melaporkan:

  • Nyeri betis turun 91 %.
  • Lingkar betis sore hari hanya +0,5 cm (vs +2 cm tanpa istirahat).
  • Jarak maksimal naik dari 5 km → 12 km tanpa pegal.

Pasang timer ponsel “ISTIRAHAT-2” setiap 20 menit. Betis Anda bukan mesin diesel—beri napas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *